Kurang Apa Lagi?

Meski sudah berdiri sejak 1984 sebagai sebuah organisasi, Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) ssama sekali belum menjadi anggota KONI.

Kami tak permaslahkan menjadi anggota KONI atau tidak. Sejak dulu kami sudah memenuhi segala persyaratan untuk menjadi anggota, tapi KONI seakan-akan menutup mata dengan kondisi ini,” ujar R. Suparlan Sekjen FKTI.

Persyaratan itu antara lain merupakan badan hukum, memiliki NPWP, memiliki program kerja yang jelas, memiliki AD/ART, memiliki struktur organisasi, dan tergabung di dalam kenaggotaan internasional, untuk FKTI adalah ITXF.

Bahkan Ketua Umum FKTI.sabeth Muchsin, juga menjadi salah satu Direktur Karate Tradisional Asia-Oseania yang sekaligus menjadi salah satu pengurus senior dalam organisasi itu.

Jika disesuaikan degan Undang-Undang Sistem Keolah ragaan Nasional No.3 Tahun 2005, memeang sewajarnya FKTI menjadi anggota KONI.

Namum, permohonan yang disampaikan FKTI sejak beberapa bulan itu belum ada hasilnya hingga saat ini. Malah KONI tetap berkelit dengan anggapan bahwa semuanya harus disesuaikan dengan AD/ART KONI.

Tapi, yang lebih mengkhawatirkan adalah FKTI mungkin tak bisa menggelar kejuaraan dunia karate tradisional jika belum menjadi anggota KONI.meskipun demikian, FKTI tetap menggelar kejuaraan nasional, daerah, dan kenaikan tingkat secara rutin.

Sebenarnya kami tak memerlukan pengkuan karena selama ini sudah eksis. Tapi, inilah kewajiban KONI untuk mendaftarkan seluruh cabang yang ada dan seharusnya mereka yang mengundang kami,” tutur Suparlan.

2 Comments
  1. Sebaiknya Pmerintah mengakui keberadaan FKTI, sebab organisasi ini memang beda dengan FORKI. sepengetahuan kami Forki untuk olahraga karate yg hanya untuk dipertandingkan dan berprestasi, sedangkan FKTI adalah Olahraga karate yg mengangkat nilai-nilai ketradisionil karate sesungguhnya yg tidak harus dipertandingkan dan merupakan olahraga beladiri karate yg original.

    • Osh Bang Zul Kan sudah diberlakukan undang undang Olahraga tinggal pelaksanaannya saja, ya kita lihat saja bagaimana realisasinya insya Allah ada perubahan Osh