Undang-Undang Olahraga Belum Berjalan Sempurna

JAKARTA – Tokoh taekwndo nasional Dr H Muchtar Tumin menilai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan belum dijalankan dengan sempurna. Karena itu, pengellaan olahraga nasional masih terlihat belum fokus.

Realisasi pelaksanaan undang-undang tidak terlihat,” kata Muchtar kepada wartawan di Jakarta kenarin. Muchtar Tumin adalah tokoh pemersatu taekwondo Indonesia pada 1984 bersama Sarwo Edhie Wibowo (almarhum) dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Konsulen Pajak Indonesia.

Muchtar mengatakan Undang-Undang Olahraga dihadirkan untuk tujuan yang luhur, antara lain memelihara dan meningkatkan kebugaran, prestasi, kualitas manusia; menanamkan nilai-nilai moral, akhlak mulia, sportivitas; membina persatuan dan kesatuan; memperkukuh kesatuan nasional; serta meningatkan harkat dan martabat bangsa. “Namun, pelaksanaannya jalan di tempat,” katanya.

Lebih jauh Muchtar mengatakan tidak jalannya Undang-Undang Nomor 3 dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 boleh jadi karena tidak ada niat dan keikhlasan induk-induk organisasi olahraga untuk menjalankannya. Demikian pula KON/KOI selaku koordinator induk-induk organisasi olahraga di Tanah Air. Padahal tujuan diterbitkannya peraturan pemerintah, yang merupaan petunju pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3, dimaksukan untuk penertiban dan pemberdayaan dari induk-induk organisasi olahraga agar bersifat mandiri. “Namun, KON/KOI serta induk-induk organisasi oolahraga menbraknya dengan leluasa,” kata Muchtar.

Muchtar menambahan, setiap induk organisasi olahraga harus memiliki akta pendirian yang berisgat otentik, anggaran dasar/anggaran rumah tangga, nomor pokok wajib pajak, struktur dan personalia yang kompeten, program kerja, sistem administrasi dan manajemen organisasi keolahragaan, serta kode etik.